Baca cerita2 seru mbak Indah tentang teman2 di pabs, aku jadi terkenang sama teman2 waktu di pabrik dulu.

Dulu aku kerja di salah satu food industry di daerah Gresik. Yang namanya kerja di pabrik, pasti temennya banyak, dan sebagian besar sih seumuran….atau berlagak begitu. Karena aku di Adm QC, maka mayoritas aku ada di kantor dan kebetulan di lt. 2. Menempati 1 ruangan yang bukan kubikel tapi ruangan yang disekat kaca separuh (separuh tembok selebihnya kaca gitu lho), aku bersama Meme (sekertaris PM) dan Aula (adm QC). Dan meskipun ruangan kami diapit oleh PM dan Manager QC, tapi karena ruangan kami ini strategis (berada pas diseberang tangga, dan peralihan antara bagian lorong umum dan komplek Manager, ditambah lagi penghuninya manis2 maka tak pelak ruangan kami jadi tempat persinggahan. Kalau ada yang perlu menghadap ke Managernya tapi beliaunya lagi OL, nunggunya di kantor kami. Kalau ada orang yang mau berurusan dengan manager kami tapi males ketemu, nangkringnya di kantor kami, atau bahkan ada orang yang kepanasan, ngademnya dikantor kami….poskamling kaleee…..

Karena kami ber3 ini ini lumayan open welcome, ramah, cantik, baik hati dan suka bagi2 kue, orang2 jadi suka sama kami (GR boleh lha….) kecuali 2 tetangga kami itu, yang menganggap kami terlalu berisik…..

Kami melewati banyak masa ber3 disini….. jombol… .pacaran…. putus….desperado……lamaran….menikah….punya baby……banyak masa…..

Dan sebagai penghuni kantor strategis (macam mercusuar) kami menyaksikan orang2 silih berganti, datang dan pergi….  buyer… tamu2 Dinas Perikanan…..bule2 ganteng……para plat merah…..pegawai bank…..semuanya. Juga orang2 yang datang untuk wawancara, staf yang keluar masuk…..banyak hal.

Sampai kemudian…..terjalinlah persahabatan antara kami….para staf muda yang cantik dan ganteng di ruangan kami. Para staf yang datang dengan jemputan, nunggu jam masuk sekaligus sarapan, di kantor kami…..yang lain yang datang bawa motor, nunggu bel juga diruangan kami. Dan serunya di pabrik dengan banyak pekerja kan jadinya banyak yang jualan…..ada babidoll beli…..ada kue kering beli…..ada kue basah beli……ada yang tetangganya jualan nasi pecel nitip…..makannya rame2…seru!

Trus, karena persahabatan ini, apa gak ada upaya orang lain untuk mengacau??? tentu saja!!! mereka yang sirik, suka nuduh kita tuh biang gosip….kalau ngumpul pagi2 suka ngomongin atasan…….cih! kita kan gak ngegosip….kita mah kudeta!!!! ya ngapain nggosip….wong ngomongin hari2 kami aja lebih seru….. kami ini kan sebagian besar keluarga muda gitu….dan beberapa yang belum menikah, tapi usianya ya tak terpaut jauh amat…..

Nah, persahabatan ini…kita namai…..GENK SERUNDENG…….berisi aku…Meme/Merry, Aula, Susi, Rio, Imam, Lulung dan Nike (yang terakhir jarang sih!). Nah, karena makan siang di kantor itu rantangan yang menunya so-so, kita jadi sering barengan keluar….nyari makan, nongkrong dan giliran traktiran.

Dan pas giliranku, kok yo pas November….dan traktiran mengawali ultah, hari itu aku juga datengin wawancara kerja sepulang kami nongkrong. Dan seminggu kemudian aku pamitan.

Apa jadinya genk serundeng sekarang??? bubar!!!! kata Meme, mereka dah gak mau nongkrong di ruangan lagi karena katanya sepi gak ada aku.  Lambat laun, Rio keluar….trus Imam keluar…trus Meme pindah ruangan……dan ya gitu deh…..

aku, Aula, Imam, Susi, Rio dan Lulung

bawah : cik Mel, Aula, mbak Fani
atas : mbak Ice, Merry, Susi dan aku
ditangga menuju ruangan kami

ruangan saksi bisu perjalanan cinta kami…’tsah!!!’

kangen kalian…..

Masa kecilnya mungkin memang tak indah. Bapaknya meninggal waktu dia berumur 9th, padahal dia anak yang mungkin paling disayang karena telah dinantikan, sebagai satu2nya perempuan dalam 8 bersaudara. Hidup miskin. Pakaian saja, menurut ceritanya, tak pernah ada yang istimewa. Kalau dah pudar warnanya, dicelupin wenter ke warna yang lebih gelap. Pengen sepeda, Cuma bisa berbicara dalam hening didepan pusara Bapaknya.

Tapi keluarganya sangat concern dengan pendidikan. Gak ada yang boleh putus sekolah, semua harus sekolah hingga tinggi…kalaupun tak bisa ya setidaknya sampai SPG/PGA. Bagi mereka, tak soal tak bisa mewariskan harta, toh kalau harta tanpa kepintaran memelihara akan habis pula. Tapi mewariskan ilmu, tak aka nada habisnya. Mereka berpikir….semua anak harus bisa mandiri! Syukurlah 8 bersaudara ini (kemudian 1 orang meninggal ketika kecil) tahu diri dan bahu membahu. Kalau salah satu sudah menyelesaikan pendidikan dan bekerja, maka dia berkewajiban untuk menyekolahkan adiknya. Dengan cara apa saja, yang penting halal. Salah satu dari 7 bersaudara ini (menurut cerita dari teman masa kecilnya) gak malu untuk jualan ubi, jualan roti goreng, keliling menggunakan sepeda.

Menurut cerita dia, masa paling indah dalam hidupnya *sebelum saat ini tentunya* adalah masa2 sekolah….dan waktu pacaran :P

Dia sempat berpacaran dengan seseorang yang sebenarnya juga tak jauh dan tak asing, sudah mapan pula. Tapi karena seluruh keluarganya menentang, mereka berpisah.

Dan naifnya, dia menurut saja ketika orang tuanya memilihkan seorang pria untuknya. Demi bakti stupidity.

Dan kemudian mimpi buruknya dimulai.

Dia sering berpikir untuk lari….apalagi ketika ada seseorang yang mengajaknya pergi dari mimpi buruknya. Tapi saat itu dia sudah punya 1 orang anak, dan ketakutan kalau nanti anaknya membenci langkah yang diambilnya…..dan dia kembali kedalam mimpi buruknya. Kemudian tanpa sadar hamil lagi, kemudian mencoba menggugurkannya ****……tapi akhirnya mencoba memperbaiki hidupnya…mencoba bertahan dan menggali kebahagiaannya sendiri….dan gagal lagi…mencoba lagi….dan tetap gagal……

Sampai akhirnya memutuskan pergi…..dengan membawa 3 orang anaknya….mencoba memulai hidup baru dan meraih kebahagiaan yang selama ini dia impikan….sendiri……..

Dia ibuku…..dan **** adalah calon aku….

Hidup baru kami dimulai 21th yang lalu. Mencoba berdiri tegar ditengah cibiran dan pandangan miring orang2. Hidup yang keras padanya mengajarkannya untuk setegar karang ditengah cacian. Kehidupan mengajarkan padanya…bahwa semua itu tidak mudah….apakah ini yang membuatnya jadi dictator???

Tentu saja, dia sangat keras pada kami. Meskipun dia guru favorit disekolahnya, dia bukan guru yang mudah untuk kami. Meski dia tempat curhat buat teman2nya, dia bukan penerima keluh kesah menye2 kami…… untuk kami dia adalah komandan batalyon yang selalu mengatakan….hidup ini keras, Jendral!!!!

TAPI DIA SEGALANYA BAGI KAMI.

Sejak kami kecil, siapa yang mengantar kami mendaftar sekolah, siapa yang mengambil raport kami, siapa yang menyiapkan segala keperluan kami, siapa yang menyediakan segala kebutuhan kami. Hanya dia. Hanya dia….dengan kekuatan supermom yang diberikan Allah tentu saja, yang memelihara kami. Dia pula yang bermotor mengantarkanku ke UNAIR untuk daftar UMPTN….yang memberiku informasi lengkap tentang angkot untuk tes UMPTN di ITATS, yang mengantarkanku  ke kost pertamaku di Malang meski ngebis…….yang dengan kasih membelaiku saat aku kesakitan melahirkan…..hanya dia!!! :cry:

Dia yang dengan penuh perhatian mengantarkanku ke RS waktu suamiku kecelakaan, yang tetap menemaniku saat menghadapi saat2 buruk dalam hidupku, yang dengan penuh kerelaan bersedia tidur dibawah karena kasurku sempit, sementara aku menyusui dan kasur yang lebar untuk suamiku yang waktu itu cacat, yang dengan kerelaan mencarikanku pinjaman untuk biaya pengobatan dan kebutuhan harian, yang tetap menemaniku dan memberikan bantuan moril saat aku jatuh….yang tetap membantuku saat aku terperosok dan yang lain menyerah…..hanya dia….

You mean a world to me bu…….

Makasih sudah membesarkanku, mendidik Luluk kecil yang bandel, menemaniku dalam tiap tawa dan deraian airmata….makasih sudah membiarkanku memilih jalan hidupku sendiri, meski kutahu ini tak sesuai keinginanmu….makasih sudah menerima pilihan hidupku meski kutahu ini bukan yang kauharapkan…….

Makasih sudah menyayangiku…..

Saat suatu tes wawancara kerja, dimana yang wawancara ada 4 orang anak yang diwawancarai….pertanyaannya simple….siapa idolamu??? 1 orang menjawab Nabi Muhammad SAW….anak lain menjawab Ir. Sukarno, 1 lagi aku lupa……dan aku dengan tegas menjawab……IBU….IBUKU…..

Karena kutahu tak mudah bagi janda dengan 3 orang anak, dan guru SD PNS dulu gajinya kecil lho! Dia pernah difitnah hingga diseret ke kantor Polisi (hingga saat ini aku tak mau membalas senyuman Polisi sialan itu, meski dia sodara sobatku), dia pernah dituduh mencuri (hanya karena orang pintar bilang yang mencuri pake kerudung)….bahkan dia pernah hampir mati oleh ulah orang dekatku sendiri…..

Meski tanpa pelukan ketika kami menangis dan jempol ketika kami jadi juara kelas, meski kami tak bisa leluasa curhat denganmu…..meski banyak kurang ini dan itu…..bagiku kau IBU Jagoan….IBU yang membuatku mengutip….God must have spent a little more time on you……

This one for you Bu…..

Note :

- aku ini kan paling bandel dirumah, dan pemberontak sekali……pokoknya kalau ibu bilang ijo aku mau merah……dan wetonku sama ama ibu….

- kata orang kami ini mirip sekali…..apa mitos Jawa yang bilang kalau anak cewek  wajahnya sama kaya ibunya, biasanya rumah tangganya tak berhasil itu emang benar adanya?

Semoga ibu selalu sehat dan bahagia….aamiin

Hari ini dah bilang sama temen kalo telat dikit karena mau mampir BNI bentar. Dan karena tadi Inot memutuskan berangkat bareng temen2nya, agenda muter jadi dihilangkan. Trus lha kok melirik jam masih 07.45 pas di JaGung Suprapto. Haduhhh alamat upacara didepan BNI ini :D .

Beli jajan bentar di ibu2 depan BNI, trus nuntun motor masuk BNI. Oh iya….tentu saja tulisan “Closed” itu masih terpasang. Sukses upacara. Kira2 jam 08 kurang 5 atau mungkin dah pas jam 8 ini akibat jam tanganku suka kucepetin pak Satpam melihat kearahku dan bertanya…..mempersilahkanku masuk, memberi tiket antrian dan mempersilahkan duduk.  Eh, gak ada 5 detik duduk langsung dipanggil mbak Erma yang kaya Meta itu dan seperti yang kuceritakan sebelumnya, tinggal bawa buku, ditanya mau setor berapa….langsung ditangani dengan cepat, cepat, cepat dan full senyum :D aku sukaaaa!!!!

Penting lho ini, buat pekerja yang ijin telat. Dulu di bank ‘C’ di Gub*ng, aku dah duduk didalem dari jam 8 tepat. Nunggu tellernya siap??? ada kali 15menit….busyettt…untung sekarang g perlu ke bank itu lagi….

Tengkyu yah!!! coba semuanya bisa gini….nyampe kantor jam 08.05…..hampir g ada bedanya kan???

inti dari ceritanya sih cuma….ayah baik banget dari Rabu ke Rabu ini!!

jadi Rabu, 16 Mei 2012, yang menurut banyak orang adalah awal long weekend tapi tidak buatku, kumulai dengan pulang kerja 1/2 hari. Siang itu aku mau langsung ke rumah Emak naik motor dari kantor. Dan ternyata dari kantor ke Jabon itu 40km saja :lol:

Karena itu tengah minggu, ayah dah minta maaf gak bisa nganterin, apalagi jadwal dia mau keluar kota. Gpp kok yah!!! SUMPAHHH!!! Untungnya budhe bawa mobil, jadi Inot dititipin budhe aja dan aku gak perlu repot muter2….

Hasil bermotor sendirian hari itu : beli Lumpia didepan RS Sidoarjo, enak, 3500/pcs. Beli lontong kupang dan es degan di Candi 12.000/porsi.

Kesimpulan : bawa motor itu so much fun, bahkan bisa mampir2 seenak udel

 

Kamis, 17 Mei 2012 sekitaran jam 10pagi aku balik, dan kali ini berdua Inot. Sengaja gak dibarengin budhe lagi karena aku pengen bermotor ber2 Inot. Selain karena budhe balik subuh2, how can I live without Inot??? oke, yang ini lebai.

Diperjalanan yang nyante2 itu, ditambah semilir angin, Inot jadinya….kengantuk’en (yang ini bahasa dia) dan karena takut terlalu parah ngantuknya, kita mampir ke Giant Waru. Lha kok ndilalah malah rejeki, karena ada cuci motor sekalian, setelah kemaren gak rejeki nyariin cuci motor. Yo wes, enak to….ninggalin motor trus belanja.

Hasil ke Giant Waru : piring beruang lucu buat Inot, madu buat Inot trus beberapa barang remeh temeh…tak lupa makan steak 10rb dan makan siang buat Inot

Kesimpulan : bawa anak kecil naik motor harus siap iket sana sini dan siapin duit biar bisa mampir2 *tetepppp*

Keluar dari Giant, motor dah kinclong, padahal tadi antriannya ampun2 lho, itu sih saking lamanya   lha kok budhe SMS bilang dia di Giant Ponchan. dan karena beberapa barang plus kue2 dititipin ke mobil budhe, kita pun nyamperin kesana.

Hasil dari bermotor bersama bocah : masuk angin…kepala pusing sampe besoknya…tapi seneng!!! bukan sakit kepalanya lha!!!

 

 Jum’at, 18 Mei 2012, kerja….dan janjian sama Shete mau ketemuan besok harinya. Aku yang dah kasi proposal lama sebelum itu dah diiyain sama pak Satpam. Dah ketar ketir dan siap mental kalo nantinya dilarang sih, tapi pak Satpam aka p.K aka pak Suami gak kasi travel warning tuh. Alhamdulillah.

 

Sabtu, 19 Mei 2012, hati seneng mau ketemu Shete dan pergi jalan2 ber3, dirusak oleh SMS pagi buta yang bilang…..”sori bundo, bapak ngajakin ke Moker, maksa2 aku untuk ikut….” yup berita buruknya bukan dari p.K, tapi dari Shete :cry: marah sih enggak yah, kecewa pasti! tapi ngerti kalo nih anak full booked, secara dia mudik juga jarang2.

Dengan perasaan harap cemas, kutelpon p.K….memohon untuk tetep dibolehin pergi, ceritain semua, termasuk kepinginan pergi….dannnnn…dikabulkan!!! dengan syarat gak usah bawa motor kesananya. Asyikkk!!! :wink:

dan kami ber2 ke Royal Plaza, dengan jam kedatangan yang pass dengan dibukanya pintu! kemudian perjalanan kami dimulai…..

  • Tujuan pertama : Matahari, hasil dari Matahari : kaos untuk Inot, dia sekarang mulai maruk suka minta dibeliin baju deh! genit!!
  • Trus…..KFC dong!!!! ini kan 1 dari favoritnya Inot yang bikin aku migren!
  •  ke Hypermart, dan setelah muterin (kecuali ke area pasar) keluar dengan 1 wadah cuci sayur, 1 corong dan sekantung Capilanos
  • ke ACE, dan lagi setelah muterin ACE bolak balik mondar mandir yang diselingi Inot minta pipis, kita keluar dengan 1 spatula kecil sangat, 1 penggorengan telur lucu (yang ini di hyperm* lebih murah lho, tapi di hyperm* tadi g ada), jepitan penutup plastik yang lucu dan ada penanda tanggalnya (10.000 kalo kecil dapet 4, sedang dapet 3, besar dapet 2) trus…kayanya ada 1 lagi tapi kok lupa yah???
  • ke D’cost, benernya dah pengen kepiting sangat. p.K dah mesen2 ke temennya yang biasa dapet g pernah ada. p.K ini jagoan kalo masakin kepiting lho!!! lainnya enggak!!! eh di D’cost yang ada cuma kepiting soka dan jantan, yang telor dicoret ajah! jadi deh putar haluan, mesen Gurame bakar kecap, 2 piring nasi dan 4 gelas es teh :D dan kagetnya….guramenya cepet banget keluarnya!! mbakar tadi malam yah mas??? dan…enaknya D’cost ini kan lumayan murah…..segitu habis 37rb, sampe bosen2 makanin guramenya.
  • perut kenyang, lha kok Inot ngajakin nonton Dance Competition dibawah…jadi deh berdua ngedeprok di lantai beralas karpet itu, ada kali 4 kali performance plus bagi2 doorprize. Liatin anak2 sekarang yah….gile…tuh 3 orang yang ditantangin buat doorprize kan disuruh streetdance dan semuanya jawara!!! padahal kalo liat di tipi2 gak segitunya deh… dan yang mengejutkan lagi, kan ada 3 juri, yang cewek cantik sangat, 1 lagi gak banyak omong, eh yang 1, yang deket kami tuh, omongannya pedes banget….dia komen gini…”kalian itu, nari…atau jalan2???” dan….tuh orang, persis p.K :lol: ya rambutnya, kepalanya, cara pake baju, cara selempang tas, apalagi pake baju Barong putih yang p.K juga punya, plusss selama acara, sebagian waktunya buat mainan HP….. dan aku gatel dong motoin dia trus tar tunjukin ke p.K….dan waktu ditunjukin p.K setuju juga lho!!!
  • setelah bosen dan capek, Inot minta pulang. Sempetin beli roti bentar trus pulang deh…..

Hasil dari Royal dengan waktu pergi 10.00 s/d 15.30 adalah….. dengan beli saringan sayur dan penggorengan aja si bundo ini dah bahagiaaaa banget…..gak perlu beli baju deh!!! kalo berlian yo mau!!! Dan selain dah baik ngijinin kita ngemoll yang biasanya susah bgt dapetnya, plus…selama kita disana p.K gak nelpon samsek….ini rekor lho…setelah biasanya dia selalu neror nyuruh kita pulang terus :(

 

Minggu, 20 Mei 2012, p.K dah dirumah dong!!! dan karena dia bilang mau ngurangin porsi makan nasi, aku bikin nasinya dikurangin pula. Sayang kalo tiap hari buang2 nasi. Eh, niat itu terhancurkan oleh….iwak klothok. Sore2 dia abisin aja nasinya, lahap makan iwak klothok dan sambel. Dan berakhir dengan bundo yang kelaperan. Merasa salah, p.K ngajak makan diluar dan aku disuruh milih tempatnya :oops: ada beberapa pilihan sih, tapi aku diem aja, bingunggg. Dia akhirnya mau ngajakin ke Pandugo situ, tapi kemudian ditawarin ke Warung Anyar yang ada di Wiguna, akupun setuju, karena gak ada yang kupingini sebenernya. Dan…..di daftar menunya…..ADA KEPITING TELOR!!!! liat harganya sih sayang yah, ya tentu aja kalau dibandingin beli mentah dan dimasakin p.K, tapi p.K bilang gpp,kalau aku emang mau…..tapi kan mahal….tapi p.K bilang gpp…tapi aku kan mau…tapi kan mahal….. halah!!!

dan kepiting telor saos mentega pun keluar setelah 1/2 jam, dan MASYA ALLAH ENAKNYAAAA!!!! p.K pesen ayam, gak mau ganggu aku katanya :wink: aku cuma ber2 Inot yang belum setengahnya aja dah bilang brenti. Dan tentu aja berakhir dengan mereka nungguin aku yang menikmati tiap hisapan bumbu dan tiap congkelan dagingnya….coba kalau dirumah, bisa kujilat itu :roll: enggak deng!!!

Hasil dari makan malam indah ini : kenyang maksimal, cium2 p.K karena dah manisssss banget, dan tidur dengan perasaan super duper gembira!!! lebay

 

Senin pagi, 21 Mei 2012…..sebelum kerja, terjadilah pembicaraan….

A : thanks ya ndut….aku dibolehin bawa motor ke Jabon, dibolehin ngemol, dibeliin kepiting…..kamu manis banget sih…”

p.K : *senyum*

A : eh, jangan2 kamu berbuat kesalahan yah? *gaya detektip*

p.K : *marah*

Jadi yah, akhir2 ini kan dia cerita, BBM’an sama mantannya tuh…yang pertama dan tak terlupa dan dia ini cerita2 ke aku…maksud dia kan gak ada yang dia tutup2i…lagian juga kami *menurutnya lho yah*  kan sama2 berkeluarga, masing2 dah hepi dengan hidupnya….dia sih bilang menjalin silaturahmi aja kok…terus istrinya gimana??? cemburu??? tentu saja!! marah??? yo tentu lha!!! nah, cerita dia, yang suka BBM’an ini, dibilangin sama si eks itu…..*dinasehatin mungkin yang bener* kalau penting lho romantis sama pasangan itu….wanita itu perlu banget diperhatiin and blablabla….

lha dia sih geli sendiri….ngomong ai lap yu aja katanya geli…..trus ya cerita kalau aku itu suka marah karena dia cuek banget…..dan tak sambung dengan….”YA IYA LHA….AKU KAYA NIKAH AMA POHON!!!” dan disambut dengan ketawa terbahak2!!! dan gitu deh…kayanya dia emang berusaha….keliatannya mulai sadar kalau dia emang kaya POHON selama ini.

trus…aku kerja….

 

Selasa, 22 Mei 2012, pas makan siang.

Hari ini p.K g kerja, mau kulakan dulu dan dia ngajak Inot. pas makan siang dia nelpon “dah maem ndut?” karena ini diluar biasanya, aku jawab aja belum padahal dah habis lontong kikil semangkuk :D eh lha kok tiba2 aja dia beliin aku ayam goreng dari Warung Anyar dan nyamperin ke kantor yang jauhnya 23km dari rumah itu……

Senengnya sampe jumpalitan….karena, ini perdana dia dan Inot ke kantor.

Dan setelah nanya2 direction ke aku yang berakhir dengan p.K marah2, ya iya lha mas…naya kok ke aku…aku kan buta arah  dua orang terkasih ini nyampe juga di kantor :oops:

Inot seperti biasa, melihat2 sekeliling sampe numpang pipis dan pup segala :D dan ketika kubikinin es teh manis, dia dengan manisnya menghabiskannya. Pokoknya mereka manis abis deh!!!

dan sampailah di ujung hari, dimana aku liat Hitam Putih dan melihat sosok Putri Herlina yang begitu menamparku. Dia yang dibuang orang tua sejak bayi, bahkan mungkin berusaha dibunuh dari rahim, yang tak punya ke2 tangan, begitu tegarnya….sampai tak ada raut haru sedikitpun dari wajahnya selama dia ada di acara itu. Menceritakan kehidupannya dengan tabah, ikhlas dan penuh aura syukur. Dia mandiri, dia ceria, dia tak mau dianggap beda, dia penyayang dan dia cantik….cantik dengan aura malaikat. Dan siapalah aku yang tukang ngeluh??? :cry: dia benar2 inspirator…

 

dan Rabu, 23 Mei 2012…..gak ada sih, cuma ngetik di jam istirahat aja….

tapi tak mampu masukin foto….tar aja kalau dah berhasil upload

Sekian

 

 

 

Sepupuku Didit, anak dari adik ibuku langsung. Wajahnya, agak kaya Jepang2 gitu…..menikah sama Pita, wajahnya agak Arab. Sedangkan aku dan suami….JAwa sekali.
Aku punya Inot, dan mereka punya Arsya, keduanya beda sekitar 2thn.

Nah…..Arsya dan Inot ini belum pernah bertemu sebelumnya hingga Arsya berumur 1th. Padahal, eyangputri dari pihak ayahnya (tanteku) ikut menemani Pita waktu melahirkan dulu. Sekedar info, Didit dan Pita tinggal di JAkarta, sedangkan kami di Sidoarjo (dari ujung ke ujung). Ketika menjemput Didit sekeluarga di bandara, lebaran 2thn lalu, tanteku ini langsung berseru……”persis Inot” *Arsya maksudnya*…..means dari face hingga ndomblenya. Inot got the ndomble dari aku…..dan Arsya, dari bundanya pula :lol: . Ketika rame dibicarakan kalau Arsya disama2kan dengan Inot, hati Pita sebagai bunda tentu bertanya2…siapakah Inot itu….dan ketika dijawab kalau Inot itu anakku, dia langsung nanya, emang Inot itu ganteng tah?? yah….sebagai orang tua, sapa sih yang gak nganggap anaknya paling kece??? nah sebagai bunda, tentu aja Pita takut kalau anaknya disama2kan dengan anak yang gak kece….berarti kan otomatis pengakuan kalau anaknya gak kece. Apalagi wajar kalo mengernyit demi mendengar nama yang aneh unik ini Dan ketika dijawab kalau Inot ganteng *suer menurut orang2 lho ya, penting bgt dibahas*, Pita lega….. :lol: ini murni cerita tanteku dan Pita.

Dan kemudian, sampailah harinya Inot bertemu Arsya.  Satu persatu orang mengamini pendapat tanteku….tak hanya 1 atau 10 orang….tapi lebih dari itu…..

Kalau aku sih, sebagai bunda yang mengingat setiap jengkal karakteristik Inot, bisa lha menyebutkan beberapa yang gak mirip2 amat kaya pendapat orang2 itu…..tapi ketika mengobrak abrik file lama Inot dan mensejajarkan dengan foto Arsya, maksudnya dalam usia yang sama, lha tadinya aku emang janji majang foto2 Inot vs Arsya ini di FB dan share ke pihak2 yang berkepentingan ternyata, beginilah hasilnya….

Inot

Arsya

sekali lagi….

yang ini Inot……

yang ini pastilah Arsya….. :)

Sebenarnya, jangan tertipu sama fotonya sih, karena emang dicariin yang mirip. Tapi bentuk kepala 2 anak ini hampir sama…..trus yang bikin geli adalah kejadian2 berikut….

1. Lebaran tahun depannya setelah pertemuan pertama itu, kita semua keluarga besar berkumpul di rumah pakdhe nomor 4. Anak pertama beliau yang bernama mas Nova belum pernah ketemu Arsya. Beberapa kali sih dia mondar mandir melewati kami. Nah, mbak Wiwin, istrinya, nyeletuk….”eh, 2 anak ini mirip banget!!” yang ditunjuk tentulah Inot dan Arsya, bukan aku dan Pita :lol: , trus bilang ke suaminya…..eh suaminya kaget aja lho….langsung liatin Inot…liatin Arsya….dan bilang…..”lha aku daritadi yo dah liat sih, tapi mikir, si Didit dah punya anak sendiri yo ngapain daritadi gendongin anak’e Luluk….” :lol:

2. Suatu hari, malah…..suamiku yang notabene adalah bapaknya Inot, malah keliru masang foto Arsya di wallpaper HPnya :lol: keterlaluan…..

3. Dan barusan sore tadi, ketika buka folder fotonya Inot, mbak Opi yang kenal betul Inot dari bayi, menanyakan foto Arsya, apakah itu foto Inot pas bayi :P ….mungkin pikirnya kok mirip, tapi kok kayanya bukan…. :D

yang paling keinget yah itu sih……emang mirip gak sih???? oh DNA……

Lain cerita dengan yang ini….gak ada hubungan ama DNA….

Jadi kakakku itu kan bidan desa, suatu hari dia kedatangan pasien hamil, orang baru di desanya. Nah, dia ini punya anak pertama cewek, namanya Nancy. Lha kok secara fisik Nancy ini mirip banget ama Rara, anaknya. Dari tinggi badan hingga gaya rambut yang ngelunthung itu…..kelakuan…..ya gitu deh….gaya alias style juga mirip….dan mereka sempet lha main2 barengan beberapa kali.

Nah, sempitnya dunia, Nancy ini masuk TK yang sama dengan Inot setelah sebelumnya tinggal di Nganjuk. Aku yang cuma sepintas lalu denger cerita tentang Nancy dari kakakku, langsung bisa menebak kalau itu anak yang dimaksut, emang miripppp…..

Trus, waktu outbond kemaren, aku iseng lha fotoin Nancy, dan tunjukin ke Rara, yang lupa2 inget gitu sama si Nancy….aku tunjukin dan nanya…..”Ra, iki sopo hayoooo????” eh lha kok dijawab……”lho lak fotoku seee…..” :lol: lha emang kamu punya yah seragam olahraga yang sama persis sama Inot??? :lol:

ini buktinya…..

yang ini pastilah Nancy…..lha wong pake seragam yang sama ama Inot :D

nah….yang ini ponakan klunthungku yang cinta bgt ma Aniss* ceribel :D

yang ini mirip juga gak????

Agak rancu yah. Emang aku bukan ibunya Inot yah?
Ya anggap aja, ada bundanya dan ada ibunya.

Namanya Ani Cholifah. Kejutannya, Ani itu nama kakakku, Cholifah itu bagian dari nama ibuku, dan dia punya kakak bernama Luluk. :)

Jadi ketika aku hamil, aku dah punya seseorang yang kutargetkan untuk jadi pengasuhnya Inot. Tapi ternyata orangnya hamil pada waktu hampir bersamaan. Bingung mencari gantinya, kupasrahkan aja sama rejeki dari yang diatas.

Untuk punya pembantu, kayaknya saat itu belum memungkinkan. MAu ditaruh dimana dengan rumah sepetak yang belum renovasi pula ini? Lagian kupikir untuk kerjaan rumah mau kuhandle saja sendiri. Toh aku juga gak suka kalau bajuku dicuci orang lain. Kalau untuk kerjaan lain, kupikir masih bisa lha!!!

Dan keajaiban itu memang datang, sebagai rejeki untuk si bayi. Saat2 menjelang kelahiran, ibu Ani ini tiba2 aja menawarkan diri untuk merawat Inot. Aku dulu belum begitu mengenal dia, cuma sekelebatan aja liat dia nganterin anaknya pergi ngaji waktu sore.

Syarat pertama, harus bersih dan care sama si bayi, lolos dengan sempurna. Dan mbak Opi anak semata wayangnya yang beda 8th dengan Inot begitu gembira dengan adanya Inot ini. Plus…dia sabar dan telaten. Setiap orang yang liat contohnya, yaitu mbak Opi, pasti liat anak yang baik hati, penurut dan…pokoknya manis deh!.
Dia juga orang yang sopan dan ramah. Mbak Opi selalu jadi juara kelas. Dia concern banget sama pendidikan mbak Opi ini.

Bagai emang dah jodoh, aku langsung cocok sama mbak Anik ini (aku panggilnya mbak Anik aja lha…). HAri2 menjelang aku masuk setelah cuti panjang, dia datang ke rumah buat ambil perlengkapan dan belajar kebiasaanku. Dari siapin susunya, perawatannya, dll. pokoknya sweet deh. Mbak Opi juga ikutan bawa2in perlengkapan Inot.

Jadilah hari2 berikutnya gotong2 bangkelan dari rumah ke arah rumah mbak Anik tiap pagi dan sore. Cuma 15 meter sih :P Jadi, semuanya aku yang sediain. Botol bersih, baju bersih, air panas untuk mandi dan segalanya, bekal makan kemudian, handuk…pokoknya semuanya. Tar pulang, bawa yang kotor. Emang agak ribet sih, tapi kan standar kebersihan harus emaknya sendiri yang awasin. Dan itu kulakuin semua sendiri lho, no ART. Biar dikata harus bangun jam 4 tiap pagi, jam 6 harus dah pergi kerja, balik Maghrib dan jemput Inot dulu, kerjain kerjaan rumah lagi, akhir minggu nyuci segunung, tapi itu pilihanku, karena sejujurnya aku malas dengan drama2 ART :( kupikir, aku percaya dia, ngapain aku coba2 mengalihkan pengasuhan buat anakku, hanya demi agar aku bisa lebih leha2. Kalau mampu punya ART tapi tetep pertahanin mbak Anik sih okelah…..tapi belum saatnya kayanya…. :)

BAgiku, ibu Inot aka mbak Anik ini dah perfect. Dia FTM, suaminya gak tiap hari pulang, anaknya cuma 1 dan dah gede, dan cinta banget ma Inot :D jarang banget pergi2, frekwensi dia minta ijin gak ngasuh masih kalah lho sama frekwensi aku cuti. Orangtuanya juga tinggal tak jauh dari sini, jadi kalau ada acara keluarga, bisa ditempuh dengan motor, dan gak butuh waktu lama pula. Berasal dari keluarga yang baik, sopan, agamis, dan lumayan berada. Aku kenal sama BApak dan Ibunya, saudara2nya, meski gak akrab. Mereka juga suka sama Inot, jadi kalau ada salah satu keluarga lagi main ke rumah mbak Anik, Inot pasti dijemput. Waktu adek mbak Anik menikah di LAwang, Inot juga diajak, dan keluarganya seneng banget sama INot yang gak rewel dan selalu seru kalau diajak.

Oh iya, dulu waktu pertama ngasuh Inot, dia menyebutkan dirinya sebagai tante, tapi seiring berjalanya waktu, ganti jadi ibu deh ngikutin mbak Opi, jadi banyak orang gak ngeh dan mengira Inot tuh anak mbak Anik :P

Banyak yang kusyukuri. KAlau Inot sakit, kalau dah mepet bgt, dia akan nelpon aku. Kalau gak mepet2 amat, dia malah yang menenangkanku agar aku bisa kerja dengan nyaman. Dan Inot ini kalau sama ibunya, minum obatnya pinterrrr banget, g pake drama. Inot juga less petakilan dan gak manja kalau sama ibunya. Lha ibunya ini kan telaten dan gak galak, gak kaya bundanya.
DIa ini juga dah kaya embak buat aku….kalau aku ada masalah, suka curhat sama dia, trus kalau aku masuk angin parah, aku juga minta tolong dikerokin dia :lol:

Karena kepintaran mbak Opi, mbak Anik ini juga didaulat untuk jadi guru les bagi anak2 sekitar. Kalau gak salah sih, saat ini, murid lesnya ada sekitar 13an anak dari berbagai kelas. keuntungan nomor sekian kan????
NAh, yang les di mbak Anik ini kebanyakan adalah anak2 yang punya masalah. Ada yang dah kelas 1 tapi gak bisa baca, ada yang kelas 2 gak paham hitungan, ada yang TKB gak bisa baca huruf kecuali dia mengurutnya. Dan akhirnya mereka jadi lebih pintar dan termotivasi oleh…..Inot!!! :lol: mereka kan jadi malu, karena setiap kali mereka gak bisa trus si ibu Inot ini bakal manggil Inot buat jawab pertanyaan yang tadi mereka gak bisa. Ih, masak kalah sama anak TKA??? :D

dan…..

Untukku dia sempurna. Salah satu malaikat dalam hidupku – kami, tak akan habis untukku bercerita tentang kebaikannya.
ITu pula yang jadi dilema terbesarku saat kami harus pindah tahun depan. Kehilangan pak Amin mungkin masih bisa kuatasi dengan cepat, tapi berpisah dengan ibu Inot yang terberat buatku.
Aku bisa dengan ringan memilih ngebis untuk berangkat/pulang kerja, atau tetep naik motor dengan resiko macet, bisa dengan cepat berpisah dengan Giant Ponchan, C4 Rungkut, kedawung, Thalia dan toko souvenir seru di Wiguna. Say dadah byebye sama mbak Mina *tukang sayur andalan*, teman2 geng TKA, semuanya….tapi bagaimana nanti berpisah dari ibu iNot yang ntar tgl 18 JUni genap 5thn mengasuh Inot. Sampai sekarang aja aku belum sanggup bercerita ke dia tentang rencana kami. Entahlah nanti dengan mbak Opi. Dulu waktu SD aja, dimana sekolah dia deket rumah, dia selalu pulang pas jam istirahat demi melihat Inot, kalau liburang sekolah juga dah jarang mau ngine di rumah Utinya karena ada Inot, yang kalau Inot mau pulang aja dah cium2 dulu sampai seratus…..sedih aku mengingatnya…..

HAnya doaku semoga nanti rejeki INot mempertemukan dengan orang sebaik beliau. Aamiin…..

#ocehan mellow emak2 dini hari gak bisa tidur

Berawal dari Nadia kasih link ini, trus buka2…akhirnya penasaranlah sama brownies keju yang katanya enak banget itu. Kulihat, bahannya sederhana…..bikinnya mudah pula. Thanks ya mbak Anne…

Mencontek dari blog itu, resepnya adalah….

Brownies Kukus Keju
Source : Sahak Pribadi <sahak_foreat@yahoo.co.id>

Bahan :

 Bahan A :
• Telur 3 butir
• Gula 100 gram
• TBM 1 sdm

 Bahan B :
• Tepung terigu 60 gram
• Maizena 20 gram
• Garam 1 sdt
• Susu bubuk 40 gram

 Bahan C :
• 250 cream cheese
• 50 – 100 gr butter

Cara Membuat :
 Kocok bahan A sampai mengembang.
 Masukan bahan B lalu aduk sampai rata.
 Kocok bahan C sampai halus kemudian masukan keadonan lalu aduk sampai rata.
 Tuang keloyang lalu kukus kurang lebih 20 menit.

Untuk brownies keju ini, waktu kumasukkan loyang ukuran kira2 sih *lupa* 20×8, masih sisa….karena cream chesenya kan banyak.
Waktu mengocok bahan A, aku gak pake TBM, tapi pake SP, kocoknya sampai putih gitu, kaya cream chese. Trus waktu mengukus pake alas kertas roti. Kalau masukin adonan, jangan lupa dimampatkan, karena adonan ini yang bersifat ringan. Aku gak lakuin itu, akibatnya ada rongga dibagian tengah kue.

Hasilnya…..bau keju yang harum dan semerbak waktu diangkat. Enak banget dimakan anget2. 1 loyang sisa malah dihabisin Inot sendiri. Aku itu kan gak begitu suka chesecake, tapi yang ini aku suka, meski gak mungkin habisin 1 loyang :D

 

 

ini penampakan brownies keju kukus pertamaku

 

Trus…..penasaran dong mau bikin yang coklat. Tapi hasil googling2 dan mampir di blog orang aku kayanya males dengan keribetannya. Apalagi pake telur banyak pula. Kalau berhasil sih seneng…tapi kalau gagal kaya ibu Inot kapan hari…kan sayang…..

Trus, karena kemaren ibu Inot nitip bahan kue, sekalian aja aku belanja dan nekat modif resep diatas menjadi coklat. Intinya nekat dan ngawur aja….

Dan dibikinlah semalam. Untuk Bahan A, untuk gula kukurangi jadi 50gr aja. Untuk Bahan B, kutambah coklat bubuk merk Tulip sebanyak 2 tbsp. Untuk bahan C, cream chesenya kuganti DCC sebanyak kira2 150gr *yang ada di rumah aja*, dan DCCnya ditim bareng sama butter. Jangan lupa, bahan2 teung2an diayak, biar gak ada yang menggumpal.

Butternya aku pake Blue Band….susu bubuknya pake Dancow….
Tahapan bikinnya tetep, mix sampe putih, masukkan campuran tepung dan kemudian lelehan coklat, aduk rata dan masukkan loyang.
Karena gak pake cream chese, adonan ini cuma 1 loyang *loyang yang sama seperti waktu bikin keju* dan gak bersisa, malah 1 loyang aja gak penuh.
Trus kali ini, kukusnya lebih dari 20menit….sekitaran 30 lha….pokoknya sampe mateng.

Nah ini browniesnya….

sayang permukaannya pecah

penampakan brownies pagi ini

 

Waktu Ayah pulang, pas ketika aku masukin ke loyang….dan komentarnya….”eksperimen lagiiiii!!!!” :lol: bete ya yah, jadi korban yang harus habisin hasil eksperimenku???

Tapi hasilnya…..enakkkkk!!!! Inot tuh yang paling nyenengin kalo aku bikin2 kue….dia langsung acungin jempol….makasih ya Nak!!!!
komen Ayah??? “lumayan!!!”…. huh, nyebelin….*kibas rambut cepak*
Ya, emang gak ada kecap nomor 2 sih, tapi menurutku, gak kalah kok sama brownies merk A ituh. Tapi kurang light sih rasanya…mungkin lain kali perlu eksperimen lagi untuk membuat rasa yang lebih kena hingga gak ngebosenin.

Trus, baca dari sini *ngelink ya mbak, tks*, TBM, SP atau Ovalet cuma 1/2 tbsp untuk 6 telur, lha kalau resep diatas malah 4 kali lipat, okeh gak yah???

1.   sudah hampir setahun…..sejak ini

Maaf Pak, kadang suka kelepasan ngomong yang buruk…..salahin gendut tuh yang maksa dicritain. Insya Allah aku akan menceritakan yang baik2 aja tentangmu kalau suatu hari nanti Inot bertanya tentangmu. Dan insya Allah aku tak akan lupa berdoa untukmu.

Tadi pagi ibu SMS, karena ketempatan pengajian hari Rabu besok, beliau mau majuin aja peringatan buat Bapak sekalian besok, sekalian ngaji buat mbah juga. Walau agak shock, bingung bagi waktu dan nyari ijin, aku paham karena keadaan ibu yang baru sembuh. Kasian kalo repot2 terus.

Aku emang gak pernah akur sama Bapak, baik setelah ibu berpisah dari Bapak dan kami pindah ke negeri antah berantah, atau bahkan jauhhhhh sebelum itu. Tapi aku sudah berdamai dengan perasaan dan berjanji dalam hati ketika Beliau pergi. Ya emang keterlaluan….seluruh dunia boleh menghakimiku keterlaluan…..boleh bilang kalau bagaimanapun beliau jugalah yang urun membentuk Luluk yang sekarang. Aku tahu….tapi maaf kalau baru bisa berdamai hari itu…..salahkan aku, hakimi aku…aku tahu aku salah…..

 

2.  sudah hampir 6thn sejak…..

aku berjanji pada Tuhan untuk bersama dan berbagi dengan gorilla coklatku, si pohon yang tak punya perasaan….si pohon maha kejam yang kusayang…..

Bahkan ketika kusinggung….”ndut….kita mau ulangtaun nih……” eh…dia cuman ketawa aja…..untung gak ngomong…..”duh gak usum, wis tuwek……” (=gak musim, dah tua)

Gimana sih, istri pergi sama temen aja dicurigain….dicemburuin…..dikit2 ditelpon….sampe pas sama temen2 SMP kemaren aku dah hampir dapet gelas karena ditelponin mulu….., yang kalo ngilang dikit di Giant langsung dicemburuin, padahal juga ngambil Rins*……tapi gak disayang sayang….. :lol: :lol:

ya gimana lagi….nasib merit ama pohon……

Trus Minggu besok Inot ada undangan ultah. Tetangga benernya mau bareng, tapi aku kan mau kencan…..gimana nih? kalo harus bolak balik yo males lha….apalagi jembatan lagi bongkaran gitu, dah pake box culvert yang tinggi, gak beres pula….dasar!!! *dasar ngomelannya maksudnya*

 

3. Pak Amin mau ke Medan

ke rumah sodara…..katanya sih seminggu….tapi gak tau deh kalo ditahan2…gak janji deh…..

Gak terlalu shock sih…..tapi, alangkah enaknya kalo pulang ke rumah, cucian dah kegantung di jemuran….yang dah kering dah dilipet kasar didalam, lantai kinclong….kamar bersih….piring kotor dah bersih…..oh pak Amin….plis jangan lama2 ya……oh I’ll miss U yah!!! *persis tiruin gaya Rahul ke Anjali pas naik kereta*

 

4. sudah 1/2 1 dan ini hari Jum’at…..

hehehe gak penting bgt. Kalau lewat UPN, aku senengggg kalo para staf UPN lagi senam di halaman dan pake baju Abu2….karena……ini tanda dah Jum’at!!! horeee……

 

 

 

 

Tau dong pepatah ‘mulutmu harimaumu’
dan pesan orang tua untuk menjaga mulut, apalagi sebagai ibu yang ucapannya adalah doa buat anaknya.
Jaga banget tuh mulut, termasuk pikiran, jangan kelepasan…..
karena…..
Ngomong sembarangan itu bikin doa jelek lho…..
ini contohnya…..

**
Pagi itu, aku mau berangkat kerja, berbarengan dengan tetangga yang istrinya beberapa kali bareng aku dan sempat bikin kesel kapan hari. Bukan barengnya yah, cuman nih orang kelakuannya agak ajaib….
nah, pagi itu, motor suaminya agak rewel. Berulangkali di’start’ gak nyala juga….macam businya mati gitu…..
Aku, dalam hati bersyukur…Alhamdulillah motorku baik2 saja pagi ini, maksudnya sih berdasar tadi subuh dah tak pake pergi belanja…..trus sambil menuntun motor dong…..dan guess what??? motorku sama ngadatnya!!! :twisted: haduh haduhhhh…mana aku sendirian….dan sumpah, tuh motor juga gak pernah ngadat sebelumnya!!! 1 menit….2 menit….tetep keadaannya sama…..kucoba dan kucoba lagi!!!! pusing……
Ada kali 5 atau 7 menit berlalu….aku masih dalem hati mohon maaf sama Allah atas lancangnya pikiranku tadi!!! minta maaf sebesar2nya…..trus coba2 lagi…..1 menit…..dan Alhamdulillah, bisa nyala 2 menit kemudian!!! tuh kan….jangan sesumbar!!! :? langsung aku masuk bengkel untuk service dan sekalian ganti busi meski belum waktunya!! serem!!!

 

***
yang ini, kejadiannya Sabtu kemarin….
dan oh iya, yang menyebalkan…KTPku ketemu!!! didalam tas yang terakhir kuingat kupakai ke Jatim Park!!! lha aku ngeluarin buat apa yah? dan itu KTP meluncur aja dengan manisnya keluar dari tas.
Sabtu itu ke Giant Ponchan. Pertama yang dilakuin adalah beliin AW untuk anak2, kemudian ambil troli dan makan Steak 10rb di Giant. Gak usah bayangin sirloin atau tenderloin, dagingnya yah kaya adonan bakso giti, tapi ya gak gitu banget….namanya juga 10rb. Tapi aku suka….bahkan dah 4 kali ini aku makan itu. Enak sausnya. Panas lagi. Ada sayurnya juga. Trus Inot minta ke kamar mandi. Dan pas dikamar mandi…padahal aku dah wara wiri sekian lama….aku baru sadar…kalau…kalau…..
potong sebentar….
Dalam perjalanan ke Giant, kami sempat terhenti oleh pembongkaran jembatan di separuh jalan. Sambil ngomel kesana kemari karena….tuh jalan kecil banget, papasan mobil juga harus hati2. Dan itu jembatan mau dipasang ituh…box culvert bukan namanya….dan ada semacam forklift gedeee yang angkatin tuh beton. Lha kok yo sialnya, pas kita dateng, pas box diangkat, dimasukkin ke kali kecil itu, dan gak cukup. Diangkat lagi…dan besinya putus. Dan diulang sekali lagi…kami yang pertama datang disitu dan harus manyun nungguin jalanan agak lega untuk bisa lewat, yang ternyata harus nunggu 1/2 jam’an. Untung kita di sebelah rumah yang agak tinggi, jadi gak panas2 amat. Itu jam 1 siang lho!!! dan banyak mobil yang nunggu disitu.
Nah….disitulah, aku ngomong sembarangan.

Aku yang ketakutan akan kehilangan sendal seperti dulu, naruh cadangan sendal di mobil, plus cadangan sendal ayah, dan sendal Inot, lebai emang!! Trus karena asal pake, jadi aku make sendal itu gak sama antara kiri dan kanan. Yang kiri pake biru, pake dari rumah, yang kanan pake pink, sendal cadangan. Yah…kupikir masih dalam mobil yah, sambil puyeng nungguin kita bisa jalan ngelewatin tuh jembatan…..trus aku mikir…..bodoh banget yah kalau aku make sendal gak sama kaya gini!!!

Tuh udara dah panas banget. Ditambah stuck 1/2 jam (kayanya lebih deh) ditambah kelaperan…..dan yang terjadi adalah….aku lupa dengan pikiran bodoh itu, lupa dengan sendal yang kata orang Jawa sisian itu. Sumpah….aku yo PD aja lha…..

Nah trus, dari kamar mandi, maksudnya mau nyari ayah yang katanya keluar bentar itu, mau nukerin sandal maksudnya….tapi gak ketemu…..

Yo wes, aku balik lagi ke Giant, belanja, yang artinya muterin lorong dari ujung ke ujung….dengan sendal yang dah gak sama warna, bentuk dan tingginya beda pula. Konyol kan???

Gak peduli deh mau ada orang yang ngliatin, ngrasanin atau ngetawain…..

Dah keiket tuh malunya :blushing:

 

Nah….makanya Jangan Ngomong Sembarangan,  Hati-hati dengan Pikiran Anda. Salam Hitam Putih :lol:

Jadi ibu tuh emang paling jempolan bagiku….lain kali bakalan posting sesuatu tentang ibu….nunggu ilhamnya. Salut sama ibu yang punya banyak anak, melakukan yang terbaik untuk anaknya, masih mampu berkarya pula, lirik ibu hebat di Oz itu :D
Menghadapi anak dengan sejuta tingkah polanya 24 jam itu kadang2 bikin elus dada. Aku belum berbicara tentang segudang permasalahan yang kaya dibahas di blog mbak Ira, Arien, Anggi dan mbak. Indah lho…. masih merawat ini!!
Kadang tiba2 ngerasa, kerja, jam kerja, adalah me time yang ternyata sangat berharga. Di luar itu, bukannya aku gak pengen me time bisa jalan2 ke mol sendirian, tapi lebih merasa….kasian anak dah ditinggal kerja, masih dirampas pula haknya untuk bersama bundanya diluar itu.
Sejujurnya aku ngerasa….tak semua hari2 24 jam bersama anak itu menyenangkan. Apa cuma aku yang kadang ngerasa…..duh, ternyata kerja tuh ada gunanya untuk sekedar mengurangi tingkat stress padaku. lari dari tanggung jawab yah??? enggak….aku suka kok kalau sama anak terus…..tapi terkadang ya…terkadang….mengurus anak 24 jam itu bikin stress. Aku aja yah yang ngerasa ini????
Apalagi yah, mungkin dah jadi rahasia umum kalau anak tuh jadi agak menjengkelkan kalau sama bundanya sendiri. Cari perhatian pasti…..pengen lebih didengarkan mungkin……mbak Opi, anak ibu Inot sampai terheran2 melihat tingkah laku Inot kalau ada di rumah. Mainan diberantakin, lari2 tiada henti, nyanyi2 sambil teriak…..padahal kalau sama ibunya dia anak manis. Belum lagi tingkat ngeyelan yang kuadrat dari bapak emaknya :) sampai ngajarin main keyboard aja suamiku agak2 nyerah dan pasrah gitu. Untung aku enggak….porsiku kan ngajarin dia pelajaran sekolah, Alhamdulillah kalau calistung Inot dah lumayan lancar….butuh kesabaran ekstra buat ngajarin ituh…
Soal belajar ngaji, ustadzahnya mulai laporan, kalau Inot sekarang dah gak setenang dulu…ampunnnn….makanya tuh beberapa bulan kemaren dia stuck aja di jilid 3. Alhamdulillah sih sekarang dah naik ke jilid 4, jadi kemungkinan kalau tetep rajin, Inot dah bisa ngaji Al Qur’an pas masuk SD nanti.
PR banget yah!!!!

Trus baca postingan mama Raja tentang dia belajar nyari nama pohon karena suatu hari Raja nanya dan gak bisa jawab. Bener2 yah…..anak kecil tuh adaaa aja pertanyaan yang bikin kita geleng kepala, karena merasa, kok kita gak tahu yah……Akhirnya dia fotoin pohon2 pinggir jalan, dan googling nama2nya biar bisa jawab pertanyaan Raja. :cool:
Tapi itulah yang jadi motivasi kita buat belajar lagi…belajar terus….belajar terussss….makasih ya Nak!!!!

Trus….aku tuh selalu merasa, kalau jadi ibu tuh harus tetep sehat, gak boleh sakit. Apalagi yang gak punya perpanjangan tangan alias asisten. Ibu Sekar tuh dulu sempat pingsan, mungkin karena saking capeknya, ngurus 2, balita, ditambah godaan PD*M *tengkyu* dan kemungkinan ngerasa sakit tapi ditahan2, sampai akhirnya pingsan aja!!! Kalau dah kaya gitu, Sekar jadi gak masuk sekolah, Sari gak ada yang urus….susah kan…..

Dan kemaren aku sakit. Sumpah….selama ini hidup berasa masih aman2 aja tanpa ART, tapi kalau dah aku yang sakit…..sendirian di rumah tuh jadi nelangsa banget. Gak bisa bangun?? ya harus rasain gak bisa makan. Kalau mau makan, ya harus paksain bangun buat bikin nasi dan lauknya. Dah gitu, setiap aku sakit, Inot pun gak mau dititipin ke ibunya, tapi titippun pertanyaannya…siapa yang siapin keperluan Inot kalau bukan aku???
Alhamdulillah Inot anaknya pengertian banget…..kalau aku sakit dan bilang ke dia “Bunda sakit, bunda tidur yah” maka dia akan less petakilan dan main2 aja di sekitarku. Yang manis tuh dia sering nyiumin aku dan suatu hari malah pernah nawarin obat dia buat aku :oops:
Karena aku yang sakit dan badan yang lemes dan pengennya tiduran aja, maka aku usahain makan teratur, lebih banyak minum madu dan bahkan gak ke dokter, karena dah lemes banget, gak sanggup harus keluarin motor dan mbonceng anak super heboh itu….

Trus yang sedihnya, ibuku juga sakit….bahkan dia ke dokter aja dianterin sepupu, untungnya sih ibuku ini tinggal deketan dengan sodara2nya….trus pas tak tanyain “dah maem belum” beliau cuma jawab….baru tadi makan nasi, 2 hari kemaren cuma makan roti dan jus, duh…tercabik2 banget gak sih….dah pengen banget rasanya aku langsung mudik hari itu juga buat bikinin sesuatu yang bisa beliau makan, tapi aku tak sanggup…..
trus maksudnya biar ibu gak sendirian, aku juga ngomong….”aku juga nelangsa kalau sakit gini, kalau mau makan ya harus bangun dan masak” pusing demam juga tetep harus masakin Inot, suapin Inot *Inot tuh males banget maemnya….kalau gak disuapin, makan beberapa sendok aja dia langsung ngeles kenyang*…..eh lha kok dijawabin sama ibu…”ya gitu itu rasane jadi ibu”….. :cry:
Tapi bener lho…..Alhamdulillah aku tuh dikasi kekuatan extra setelah jadi ibu…..dulu kalau sakit dah tepar aja…sekarang sakit tapi tetep masak ya kuat2 aja. Bahkan kemaren waktu terbangun jam 9 pagi dan keinget Inot, aku langsung keluarin motor dan jemput Inot ke sekolah…..ngerasa kasian…meskipun tadinya dah tak wanti2 untuk bareng Bagus, eh malah temen2nya yang ganti bareng aku…..bawa 4 orang anak dah bikin para ortu waswas aku jatuh lho!!! Bahkan ketika siangnya ibu Naya kasi ikan, aku masih sanggup untuk bersihin ikan mujahir yang jumlahnya lebih dari 15ekor itu, trus bakarin ikannya, karena Inot suka banget ikan.
Melenceng sejenak, Naya temen 1 kelas Inot menang urutan ke3 lomba mewarnai kemaren, dan ibunya *katanya* agak gak enak sama aku karena, aku kasi dia Krayon, hihihi….ngapain toh bu, aku ikhlas kok kasi Krayonnya, tapi makasih ikannya yah!

Jadi gak salah kalau kubilang, anugrah Allah ini, yang membuat kita kuat adalah, motivasi kita yang sumbernya dari titipan Allah ini. Seberapun lelah kita, kurasa ibu2 akan selalu berusaha untuk kasi yang terbaik buat anaknya, karena memang, punya anak tuh motivasi paling hebat buat kita

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.